Header Ads

Din Syamsuddin sangat Prihatin adanya Tuduhan Makar Aktivis Muslim

CERDASMEDIA --- Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Dr Din Syamsuddin mengaku prihatin atas tuduhan makar yang diarahkan pada aktifis Muslim , termasuk kader-kader muda Muhammadiyah.


“Saya sanksi mereka mau melakukan itu; mereka hanya kritis dan protes terhadap ketidakadilan. Bukankah menangkap mereka yang hanya beniat menegakkan kebenaran adalah bentuk ketidakadilan nyata sementara seseorang yg kasat mata berbuat kejahatan/melanggar hukum tapi bebas bergerak bahkan terkesan mendapat perlindungan,” ujanya di sela-sela simposium PPI Timur Tengah & Afrika yang diselenggarakan di Madinah, Saudi Arabiyah.

Sebagaimana diketahui, pasca aksi 313 dan penangkapat Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Mohammad Khatath beredar kabar adanya penangkapan aktifis Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Namun kabar ini dibantah Pihak Polda Metro Jaya.

“Nggak ada itu, ngarang-ngarang. Ya cuma lima orang yang kemarin itu saja yang ditangkap. Kalau ada (penangkapan) ya pasti saya sampaikan,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dikutip detikcom, Sabtu (01/04/2017).

Lima orang yang ditangkap adalah Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, Zainudin Arsyad, Irwansrah, Veddrik Nugraha alias Dikho, dan Mar’ad Fachri Said alias Andre. Kelimanya dijerat dengan Pasal 107 KUHP juncto Pasal 110 KUHP tentang pemufakatan makar.

Bagaimanapun, Din Syamsuddin khawatir, kondisi bangsa ini akan membuat ‘keadian ilahi’ demikian istilahnya, akan mencari jalannya sendiri.

Dengan mengutip Al-Quran Surat Ali Imran:54, Di Syamsuddin mengatakan, “Mereka itu membuat tipu daya (makar), dan Allah membalas tipu daya (makar) mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya (makar).”*

Sesungguhnya Dia Perekayasa Terbaik!

Sebelumnya Din mengungkapkan, yang saat ini tengah berada di Madinah, ragu jika mereka hendak melakukan permufakatan makar. Menurutnya, para aktivis itu hanya kritis dan protes terhadap ketidakadilan. 

"Bukankah menangkap mereka yang hanya beniat menegakkan kebenaran adalah bentuk ketidakadilan nyata. Sementara seseorang yang kasat mata berbuat kejahatan/melanggar hukum tapi bebas bergerak bahkan terkesan mendapat perlindungan," ungkap Din lewat pesan WhatsApp Minggu (2/4) pagi waktu setempat.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini mengingatkan jangan sampai keadian Ilahi mencari jalannya sendiri, seperti disebutkan dalam surat Ali Imran ayat 54.

"Mereka merekayasa dan Allah membalas rekayasa mereka, sesungguhnya Dia Perekayasa Terbaik," kata Din mengutip terjemahan ayat tersebut.

Sebagai informasi, Din Syamsuddin berada di Madinah, Saudi Arabia, dalam rangka menjadi pembicara dalam Simposium PPI Timur Tengah dan Afrika. Simposium mengambik tajuk ‘Revitalisasi Simpul Kebangsaan di Tengah Kemajemukan’.

Simposium tersebut akan berlangsung 3-4 April 2017 di Hallroom Hotel Movenpick

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.