Header Ads

Pembunuhan Kim Jong-nam, Ini Analisa Pakar Intelijen soal keterlibatan Siti Aisyah

LemahirengMedia --- Kematian Kim Jong-nam menjadi perbincangan heboh banyak orang. Kakak tiri pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un itu dibunuh oleh dua wanita di Bandara Kuala Lumpur, Malaysia.

Salah satu tersangka yang diduga terlibat dalam pembunuhan itu yakni Siti Aisyah, warga negara Serang, Banten.

Benarkah Siti Aisyah terlibat dakan pembunuhan Kim Jong-nam? Praktisi intelijen, Fauka Noor Farid menduga, Siti Aisyah adalah bagian dari agen telik sandi yang direkrut oleh Korea Utara. Fungsi dan tugasnya untuk membunuh Kim Jong-nam.


Pasalnya dalam dunia intelijen ada dua fungsi intelijen. Pertama intelijen sebagai mata-mata dan kedua sebagai eksekutor. Nah, Siti Aisyah diduga masuk pada bagian eksekutor.

“Kalau lihat cara dia membunuh, tidak mungkin dia orang yang hanya baru ketemu. Seorang perempuan lahir 1992, umurnya 24-25 tahun, itu sangat muda lho, orang yang belum kenal dan belum terdidik pasti tidak berani,” ujar Fauka kepada JawaPos.com, Sabtu (18/2).

“Gaya dia keluar santai, berarti dia kan sudah terdidik. Kalau saya meyakini dia itu agen. Orang Indonesia yang dipakai Korea Utara,” tambahnya.

Mantan anggota Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI ini menambahkan, dugaan yang mengkuatkan janda beranak satu tersebut adalah seorang agen, karena Siti Aisyah tidak terdaftar status ketenagakerjaannya sebagai TKI di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) dan di Kementerian Luar Negeri (Kemenlu).

“Artinya dia intelijen murni, dia ngapain ke Malaysia. Berarti dia memang agen kan, kecuali di situ dia terdaftar jadi TKI. Semakin menguatkan kalau dia adalah agen yang dipakai,” katanya.

Kecurigaan lain Siti Aisyah adalah seorang agen yakni pada saat berhasil membunuh, dia tidak langsung melarikan diri. Melainkan berdiam diri di sebuah hotel di kawasan Kuala Lumpur, Malaysia.

Menurut mantan Anggota Tim Mawar Komando Pasukan Khusus (Kopassus) itu, tidak kaburnya Siti Aisyah karena dia ingin melihat dulu kehebohan dunia internasional seperti atas dibunuhnya Kim Jong-nam.

“Ibarat kita melempar batu di air. Kita mau tahu gelombagnnya sejauh apa, bener nggak, itu kenapa dia tidak kabur dulu. Dia (Siti Aisyah) mau tahu,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui Kim Jong-nam tewas dalam perjalanan dari bandara internasional Kuala Lumpur saat menuju rumah sakit. Kejadian itu pada saat Jong-nam sedang menunggu penerbangan ke Makau.

Dia tiba-tiba disergap dari belakang oleh seorang wanita, dan satu orang lagi yang diduga Siti Aisyah menyemprotkan cairan ke wajah Jong-nam.

Kematian Jong-nam yang akhirnya diketahui publik sebagai kakak beda ibu Kim Jong-un itu setelah disebarluaskan oleh pemerintah Malaysia pada Selasa, 14 Februari 2017. Rekaman CCTV bandara yang beredar luas di sejumlah media Malaysia memperlihatkan, dua perempuan yang diduga menjadi pelaku pembunuhan terlihat keluar bandara dan pergi menggunakan taksi.

(cr2/jpg/pojoksatu)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.