Header Ads

Istiqlal Berbenah, Begini Skenarionya saat Raja Salman Kunjungi Masjid

LemahirengMedia --- Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan karena waktu kunjungan yang singkat maka kemungkinan besar Raja Salman tidak akan sempat berkeliling masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

“Waktunya cuma sekitar tiga puluh menit, dari mulai datang sampai pulang,” ujar Abu Hurairah Abdul Salam saat ditemui wartawan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (24/2/2017).

 Istiqlal Berbenah, Begini Skenarionya saat Raja Salman Kunjungi Masjid

Rencananya Raja Salman akan datang sebelum waktu shalat Ashar.

Ia akan tiba di masjid tersebut dan akan masuk dari pintu Al Malik atau pintu yang kerap dilalui tamu VVIP, yang terletak di sisi Barat Masjid Istiqlal.

Dari situ, sang raja kemudian naik lift untuk menuju ruang shalat utama masjid.

“Mobilnya nanti berhenti pas di depan gerbang Al Malik. Ketika turun, cuma boleh ada tiga orang yang menyambut, dan menemani sampai ke tempat shalat. Jadi cerita soal masjidnya sambil jalan saja,” katanya.

Tiga orang yang akan menyambut Raja Salman setelah turun dari mobil dan akan menemani selama kunjungan di masjid adalah, Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar, Kepala Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal Muzammil Basyuni, dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Di ruang shalat, Raja Salman akan menunaikan ibadah salah sunat dua rakaat yakni shalat tahyatul masjid.

Setelahnya ia akan mengisi buku tamu dan menuliskan pesan dan kesan atas kunjungan singkatnya ke Masjid Istiqlal.

“Nanti kita siapkan meja khusus di atas untuk mengisi buku tamu dan menuliskan kesan dan pesan,” ujarnya.

Setelah selesai shalat sunat dan mengisi buku tamu serta menuliskan kesan dan pesan, sang raja akan kembali ke mobilnya melalui jalur yang sama.

Ia akan menumpangi lift yang dibangun khusus untuk kedatangan sang raja dan akan keluar masjid melalui pintu Al Malik.

Raja Salman dijadwalkan datang pada tanggal 3 Maret, yang bertepatan pada hari Jumat. Belum diketahui apakah beliau juga akan menunaikan ibadah shalat Jumat di Masjid Istiqlal atau di Masjid lain.

Jelang Kedatangan Raja Salman Istiqlal Berbenah

Untuk menyambut kedatangan Raja Arab Salman bin Abdul Aziz ke Masjid Istiqlal, 2 Maret 2017 mendatang, sejumlah perbaikan dilakukan di masjid terbesar se-Asia Tenggara itu.

Sejumlah perbaikan masjid dilakukan atas permintaan pemerintah Kerajaan Arab Saudi.

Dua hal yang dibenahi untuk menyambut kedatangan Raja Salman adalah kamar mandi yang terletak di ruangan VVIP masjid Istiqlal dan lift yang menghubungkan VVIP dengan bagian muka ruangan utama masjid.

Kepala Bagian Protokol dan Dokumentasi Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, mengatakan perbaikan-perbaikan tersebut sifatnya teknis.

“Bukan mewah-mewahan ya. Misalnya WC, pihak kerajaan Arab mintanya yang tingginya sekitar enam puluh tiga sentimeter, ya kita renovasi dari WC yang sudah ada di VVIP, ditinggikan lagi,” ujar Abu saat ditemui wartawan di Masjid Istiqlal, Jumat (24/2/2017).

Selain meninggikan WC duduk, pihak kerajaan Arab Saudi juga meminta agar di sisi WC disediakan pegangan untuk dijadikan tumpuan sang raja bilamana WC tersebut digunakan.

Selain itu pihak kerajaan juga minta disediakan pengesar kaki berbahan “bludru.”

“Itu biar nggak licin, beliau kan sudah sepuh, jadi harus ada keset,” ujar Abu.

Selain kamar mandi yang disiapkan bila Raja Salman hendak menggunakan WC ataupun mengambil air wudhu, pihak Kerajaan Arab Saudi juga minta disediakan lift.

Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan lift tersebut diminta untuk diadakan karena sang raja sudah tua, sehingga tidak kuat menapaki tangga.

Alhasil dalam waktu satu bulan, disiapkan lift yang menghubungkan ruangan VVIP dengan bagian muka ruang utama masjid.

Lift yang dipasang dalam kurun waktu kurang dari satu bulan itu mereknya adalah Lines, perusahaan penyedia lift asal Indonesia.

“Pihak kerajaan juga meminta, (bahwa) beliau (Raja Salman) tidak suka pengharum ruangan. Jadinya kita sesuaikan. Mereka itu sukanya yang seperti bau Cendana, mungkin mereka bawa sendiri,” ujar Abu.

Selain soal pengharum ruangan, Abu Hurairah Abdul Salam mengatakan semua renovasi tersebut dikerjakan oleh Waskita Karya.

Soal berapa biaya seluruh renovasi dan siapa yang membiayai, ia mengaku tidak tahu. [UP]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.