Header Ads

HEBOH, Ratusan Dukun di Singkawang lakukan Ritual Bersih Kota untuk acara Cap Go Meh

LemahirengMedia --- Rangkaian hari ke-14 perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2568 di kota Singkawang, Kalimantan Barat, dimeriahkan dengan ritual bersih kota yang dilakukan oleh para Tatung. Ratusan tatung atau dukun dari berbagai penjuru kota mulai berkeliling dengan membawa atribut kelenteng masing-masing. menjelang Festival Cap Go Meh di Kota Singkawang, Jumat, 10 Februari 2017.


Satu persatu tatung yang kerasukan roh leluhur mendatangi Vihara Tri Dharma Bumi Raya (pusat kota). Mereka berkeliling mengunjungi kelenteng-kelenteng besar untuk memberikan penghormatan.

Ritual itupun menarik perhatian bagi masyarakat lokal maupun wisatawan yang memang sudah berada di Kota Singkawang. Ritual bersih kota ini dimaksudkan supaya Kota Singkawang terhindar dari marabahaya, aura negatif, terhindar dari penyakit, serta mendatangkan berkah, memberikan kedamaian dan kesejahteraan untuk masyarakat.

Sekretaris Panitia Festival Cap Go Meh 2568 Singkawang, Andy Victorio mengatakan, ada sebanyak 565 tatung yang terdaftar di Sekretariat Panitia Imlek dan Cap Go Meh Singkawang.

Dia berharap, peserta tatung yang sudah melakukan pendaftaran dapat tampil pada Festival Cap Go Meh yang akan digelar Sabtu 11 Februari 2017 ini. Mereka akan unjuk kebolehan dalam puncak festival.

“Atraksi Tatung ini akan berparade mengikuti rute yang sudah ditentukan oleh panitia dengan titik kumpul di Jalan Alianyang,” ujar Andy.

Adapun rute yang akan dilalui peserta pawai tatung nanti, jelasnya, dimulai dari jalan Syafiudin (depan Sekretariat panitia), jalan Alianyang, jalan Firdaus, jalan Diponegoro, dan langsung menuju Altar tepatnya di perempatan Tugu Naga.

Peserta Tatung ini akan berkumpul di Jalan Alianyang, tepatnya di antara persimpangan Jalan SM Tsyafieoddin dan Jalan Firdaus dekat kantor wali kota.

Titik star akan dimulai dekat Kantor BPN, kemudian peserta menuju Jalan Firdaus dan melewati panggung kehormatan yang letaknya persis di depan kantor wali kota. Posisi panggung kehormatan pada tahun ini mengalami perubahan dibanding dengan penyelenggaraan tahun sebelumnya.

Kantor Wali Kota Singkawang dipilih sebagai panggung kehormatan karena dinilai lebih representatitf.

Sementara itu, menjelang puncak perayaan Cap Go Meh 2017 di kota Pontianak Kalimantan Barat, belasan naga telah dipersiapkan. Tentunya bukan naga sungguhan, tetapi sebatas replikanya saja.

Belasan replika hewan mitologi itu tengah disiapkan untuk prosesi ritual ‘Naga Buka Mata’ di Kelenteng Kwan Tie Bio, Jalan Diponegoro, Pontianak untuk mengawali perayaan Cap Go Meh 2017. Setelah itu, belasan replika naga tersebut diarak keliling kawasan pecinan Pontianak, Sabtu, 11 Februari 2017.

“Ada belasan replika naga dari berbagai yayasan pemadam kebakaran di Pontianak, yang melakukan ritual naga buka mata, yang didoakan oleh seorang dukun, dengan ditandai warna merah di bagian mata tersebut,” kata Ketua Panitia Cap Go Meh 2017, Abi Hasni Tahir di Pontianak seperti dikutip dari Antara.

Ia menjelaskan, satu per satu replika naga secara bergiliran masuk ke Kelenteng Kwan Tie Bio Pontianak atau yang dikenal dengan Kelenteng Dewa Perang oleh masyarakat Tionghoa Pontianak. Naga-naga itu masuk ke kelenteng untuk dilakukan ritual ‘naga buka mata’ oleh seorang suhu atau dukun yang sudah kemasukan roh para dewa dari kayangan.

Nantinya, naga-naga itu akan keliling dari satu pintu ke pintu lain rumah warga. Naga-naga itu akan mengusir roh jahat yang bersemayam di rumah warga tersebut.

“Bagi replika naga yang sudah menjalani ritual naga buka mata, maka langsung mendatangi rumah-rumah warga Tionghoa dalam mengusir roh-roh jahat,” ungkap dia.

Adapun ritual naga buka mata dimaksudkan agar naga memberikan keajaiban untuk mengundang naga turun dari kayangan untuk memberikan berkah, dalam membantu masyarakat Kalbar, terhindar dari malapetaka, sehingga diberikan keselamatan dan kebaikan di dunia.

Menurut kepercayaan warga Tionghoa, ritual buka mata berawal dari cerita dahulu kala di kalangan masyarakat Tionghoa bahwa ada naga yang pernah berkelahi dengan seorang manusia dan terkena panah di bagian mata. Beruntung, ada biksu yang mengobati dengan berbagai mantra sehingga mata naga dapat sembuh kembali.

“Kemudian, setiap naga yang melakukan ritual buka mata, pada hari ke-16 Imlek harus dibakar agar tidak membahayakan keselamatan para pemain naga tersebut,” kata Abi.

Bagi replika naga yang telah menjalani ritual naga buka mata, pada hari ke-16 Imlek, atau pada Minggu, 12 Februari 2017, juga harus menjalani ritual naga tutup mata di Kelenteng Kwan Tie Bio kemudian dilanjutkan kembali dengan menjalani ritual bakar naga di Kompleks Pemakaman YBS, Sungai Raya kilometer 8, Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Abi, rute arak-arakan naga pada puncak Cap Go Meh 2017 di Pontianak sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni di kawasan Jalan Gajah Mada dan Tanjungpura Pontianak.

Sementara itu, Abi menambahkan berbagai acara perayaan Cap Go Meh, mulai dari penyelenggaraan Pekan Kuliner dan arakan replika naga diharapkan bisa mendongkrak kunjungan wisatawan lokal, nasional, maupun mancanegara ke Kota Pontianak, dan Kalbar pada umumnya.

Menurut dia, berbagai kegiatan kebudayaan pada perayaan Cap Go Meh di Pontianak merupakan kegiatan tahunan Pemkot Pontianak dan semua masyarakat guna meningkatkan potensi wisata Pontianak.

Cap Go Meh di PontianakSerangkaian festival Cap Go Meh di Pontianak, Kalimantan Barat diawali ritual ‘naga buka mata’ di Vihara Jwan Tie Bio, Kamis 9 Februari 2017

“Hal itu dibuktikan dengan meningkatnya tingkat hunian hotel-hotel di Pontianak hingga mencapai 100 persen dibanding seminggu sebelumnya,” ungkapnya.

Menurut dia, inti dari perayaan Cap Go Meh tahun ini, yakni ‘dari kita untuk semua masyarakat’. Pihaknya berharap perayaan ini menjadi pilar keharmonisan budaya di Kota Pontianak dan Kalbar secara umum.

“Besar harapan kami agar berjalan sukses dan lancar,” kata dia[si]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.