Header Ads

Berkali kali di Tanya Harga Cabai, Mendag jawab : "Ya doa Saja, Supaya tidak Hujan"

LemahirengMedia--- Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita ternyata piawai bersilat lidah saat ditanya kenaikan harga cabai di sejumlah daerah.

Ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis Malam (09/02/2017), Mendag Enggar terlihat santai saja menjawab pertanyaan seputar mahalnya cabai. "10 kali ditanya, 10 kali juga saya menjawab yang sama," kata Mendag Enggar.


Mendag Enggar mengatakan, mahalnya harga cabai lantaran curah hujan yang meningkat akhir-akhir ini. Khususnya di Pulau Jawa, intensitas hujan meningkat.

"Iklim, di Ambon misalnya, harga cabai rawit merah cuma Rp 55 ribu per kg. Jadi, kembali lagi yaitu iklim. Kenapa di Ambon harga cabai rawit merah itu murah, karena curah hujan tinggi di sana itu Juni-Juli. Kalau di sini (Jawa) banjir," papar politisi Nasdem.

Ketika ditanya upaya pemerintah untuk normalisasi harga cabai, mantan politisi Golkar ini menjawabnya dengan doa. "Yah dengan doa saja. Supaya enggak hujan, mau bagaimana lagi," terang Enggar dengan nada bercanda.

Dirinya membantah bahwa kenaikan harga cabai lantaran permainan tengkulak, atau kartel besar. Karena, cabai bukanlah konoditas yang berumur panjang sehingga memungkinkan untuk ditimbun.

"Bagaimana mau ada kartel. Coba tolong lihat, adakah cabai itu usianya panjang.
Pada saat hujan dipetik, cek coba busuk atau tidak. Pasti busuk jadi di mana kartel," kata Enggar.

Sebelumnya, Ketua Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) Abdullah Mansuri mengatakan, Kementerian Pertanian (kementan) dan Kementerian Perdagangan (kemendag), dianggap gagal dalam menjaga harga caba.

Di mana, kedua institusi lembaga negara ini dianggap terlalu remeh mengatasi masalah ini. "Enggak ada koordinasi anatar Kemendag dan Kementan, mereka menganggap remeh soal cabai," ujar Mansuri.

Mansuri mengungkapkan, akibat mahalnya harga cabai ini, menyebabkan inflasi di sejumlah daerah meningkat tajam. "Padahal inflasi tertinggi dihampir semua daerah karena cabai," ungkapnya.

"Menurut Ikappi, cara mengatasinya adalah Kementan dan Kemendag bangun dari tidurnya. Lakukan upaya nyata. Antara lain fasilitasi petani cabai langsung bisa distribusi ke pasar-pasar. Dengan begitu akan menambah pasokan dan menekan harga," paparnya.(ipe/inilah/WA)]

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.