Header Ads

Benarkah Aksi 112 Bukan Bela Ulama, Tapi Bela Calon Gubernur DKI?

Berita Panas --- Nuansa politis dalam aksi 112 amat terasa. Kedatangan Agus dan Anies menjadi entry pointnya. Karena mereka di ketahui tidak mengikuti aksi 411 dan 212 - atau kemudian mereka tak pernah menjadi sosok yang getol dalam membela Islam saat di nistakan Ahok. 

Tiba tiba hadir di massa aksi 112, menjadi pertanda mereka memanfaatkan momentum ini. Menang selangkah atas nama 'Agama' mereka hadir disana. Disaat mereka memanfaatkan emosional umat islam yang banyak hadir dari daerah untuk aksi bela Ulama. 


Tentu saja ini langkah yang akhirnya membenarkan stigma buruk selama ini bahwa aksi 411 dan 212 adalah di tunggi politik praktis menjadi jawaban seakan ini benar. Walau bukan atas nama GNPF MUI - alias pakai nama FUI namun semua orang tau kalau ini semua adalah rangkain cerita 411, 212 di mobolisasi oleh mereka yang selama ini getol memenjarakan Ahok. 

Tidak hanya itu, Pernyataan pernytaan para pembicara dan kombinasi pembicara menampilkan kalau ini murni disebut politisasi buruk umat Islam.

Dari sisi calon Gubernur, hari ini memang pasti menampik hal itu. Mereka mengklaim 112 bukan untuk kepentingan mereka, wajar . Aktual.com memberitakan kalau agus dan Anise tidak merasa bahwa ada nuasa politis dalam aksi tersebut. 

"bukan Saya tidak melihat adanya latar belakang politik. Tentu di tempat ibadah ini, kita mencari kesejukan dengan dzikir bersama,” ujar Agus, di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (11/2). 

Sebelumnya, Cagub nomor urut 3, Anies Rasyid Baswedan mengatakan, kegiatan keagamaan seperti yang digelar di Masjid Istiqlal hari ini harus didukung. Tujuannya agar warga Ibu Kota memiliki pondasi kegamaan yang kuat.

Ia pun mengapresi kegiatan yang diinisiasi Forum Ulama Indonesia (FUI) ini. Bahkan menurutnya, bisa ikut serta dalam acara tersebut merupakan kesan yang luar biasa.

“(Acara) ini akan menjadi kesan luar biasa. Saya merasa bersyukur hari ini ikut hadir bersama di dalam kegiatan subuh tadi. Kegiatan seperti ini, shalat berjamaah di masjid ingin terus kami dorong bersama-sama,” paparnya.

Jika memang mereka tidak merasa demikian, maka mereka sekarang sedang di untungkan. FUI harus bertanggung jawab atas opini yang tergiring akibat aksi 112 ini.


Walau FUI di awal sudah memastikan tujuan aksi yakni, tolak penodaan Alquran, tolak kriminalisasi ulama, tolak penghinaan terhadap ulama, jaga pilkada yang jujur dan adil serta wajib pilih gubernur Muslim.

Apakah FUI yakin tanpa ambil point Aksi 112 untuk bela ulama peserta aksi akan sebegitu ramainya? 
(BL/WA)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.